Tanggal 2 Januari, di hari kedua tahun baru 2012. Siang cerah di sekitar jalan utama Boulevard, Makassar. Di sudut ruang makan Cobek Cobek telah hadir lebih awal Misbahuddin Nafsah, dia alumni ilmu Kelautan Unhas angkatan 1989. Siang itu akan ada reuni alumni Kelautan Unhas angkatan 1989.
Misbahuddin, walau bertubuh mungil kerap dipanggil Jumbo. Disebut demikian karena saat OSPEK, seniornya mendapatkan kartu pengunjung Diskotik Jumbo. Jumbo kini PNS di Pemkab Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sebelumnya, Alumni SMA Negeri I Takalar ini pernah bekerja di Dinas Kelautan dan Perikanan di daerah yang sama.
“Saya PNS sejak tahun 2000. Bukan hal mudah sebab mesti melewati lika-liku saat selesai kuliah” kata sosok yang pernah bergiat di LSM di Makassar sebelum hijrah ke Kalimantan Timur ini. Kedekatannya dengan civitas akademika Kelautan dan rekan-rekannya LSM di Makassar memberinya inspirasi untuk mengajak pegawai negeri sipil di Kutai Kartanegara belajar pengelolaan Kelautan di Makassar.
Lain Jumbo, lain pula Nicolaus Rony, alumni 1989 Kelautan ini memilih berkarir di jalur lain. Setelah bekerja di satu penerbitan di Jakarta dia mencoba peruntungan di usaha perbankan hingga diterima bekerja di Bank Danamon, Palu, Sulawesi Tenggara. Nico, begitu dia dipanggil adalah alumni SMA Negeri 2 Makassar. Di mata Jumbo, Nico adalah mahasiswa yang kocak dan enak diajak bergaul. Mereka sangat akrab.
“Saya ingat saat selesai OSPEK, dan kita diminta oleh senior menjawab pertanyaan, siapa temanmu yang paling jelek dan paling gagah” kata Jumbo. Dan, jawabannya adalah Nico!. Bagi Jumbo, Nico ini sangat berkesan.
“Pernah suatu ketika dosen kita Prof Jamaluddin Jompa bertanya, kamu Nico, apa defisini laut?” ungkap Jumbo. Dan Nico bilang, laut adalah kumpulan air-air. Kami yang hadir tergelak melepas tawa.
Saat temu kangen alumni Kelautan Unhas angkatan 89 itu, hadir pula Dr. Mahatma Lanuru, jebolan salah satu universitas di Jerman ini adalah peraih Doktor tercepat dari alumni Kelautan Unhas. Kini, lulusan SMA Negeri I Sidrap ini adalah pengajar tetap pada Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Unhas. Di mata teman-temannya, Mahatma terkenal karena keuletannya, dia sangat kuat dalam bidang kimia oseanografi.
Pertemuan indah itu rasanya tak lengkap jika tak menyorot salah satu alumni yang kini sukses di Jakarta. Dia Badaruddin Andi Picunang. Lelaki kelahiran Belopa ini terkenal karena gagasan dan semangatnya memajukan organisasi kampus. Pengalamannya sebagai aktivis kampus itu memberinya jalan lempang ke Jakarta, berprofesi sebagai pengusaha sekaligus politisi salah satu partai besar di Indonesia ini.
Selain keempat alumni tersebut, hadir pula Syafyudin Yusuf, Maryos Yosha Nanulaitta, Jayadi, Muttalib, Maulida Suaib, Kemala Anugerah Gani. Rasanya menyenangkan dengar kisah, suka duka, dan kiprah teman alumni Kelautan yang eksis di tiga ranah, pejabat publik, perusahaan dan organisasi masyarakat sipil.
Alumni Kelautan, sebagaimana alumni lain, juga bisa mengisi ruang-ruang strategis tersebut.




Alhamdulillah, ternyata waktu mahasiswa biasa-biasa aja sekarang sudah luar biasa
Jauh di mata dekat di hati, salam sukses & makin sukses di tahun ini, salam sukses lahir bathin untuk semua