8:45 am - Wednesday May 22, 2013

Pilihan Hijaz, Selam dan Keahliannya

HIjaz saat menunaikan tugas (Koleksi Pribadi)

Banyak orang bertanya tentang apa sesungguhnya yang berbeda atau ciri khas alumni Kelautan Univeristas Hasanuddin. Pengetahuan dan keahlian apa yang menjadi ciri khas anak Kelautan jika dibandingkan dengan mahasiswa jurusan lain?

Sejak masih bernama program studi Ilmu dan Teknologi Kelautan pada tahun 1988 hingga berganti cangkang jadi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) ada satu kekhasan yang menempel pada predikat mahasiswa Kelautan, yaitu kemampuan pada olah raga selam! Ya, kemampuan menyelam (diving), kerap dikaitkan dengan keahlian bawah air, sesuatu yang tidak banyak diminati orang.

***

Kira-kira siapa sosok atau contoh alumni yang dapat memadukan keahlian menyelam dan penelitian bawah laut yang beragam?

Kali ini, admin menawarkan salah satu sosok alumni yang mempunyai pengalaman luas baik dalam penyelaman maupun riset kelautan. Dia adalah Andi Muhammad Hijaz Jalil. Nama ini sangat akrab dengan alumni, terutama angkatan ‘98 Ilmu Kelautan Unhas.

Lelaki kelahiran 31 tahun silam ini telah malang melintang di banyak proyek penelitian kelautan maupun pengembangan kapasitas pada ragam organisasi dan wilayah pesisir laut di Indonesia. Hijaz telah terlibat dengan proyek kelautan sejak masih bergiat di kampus. Beberapa saat setelah lulus kuliah, benam pada beberapa lembaga konservasi internasional maupun proyek pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut.

Menarik untuk menelisik pengalaman pasca kuliah yang dicecapnya sekaligus membaca spesialisasi dan keprofesionalannya.

Pengalaman Penelitian

Hijaz meraih gelar sarjana dengan fokus kajian Eksplorasi Sumberdaya Hayati laut dengan judul penelitian ”Studi Komunitas Ikan Karang di Pulau Barrangcaddi, Makassar dengan IPK yang sangat bagus; 3,0. Inilah penelitian yang mengantarnya meraih gelar sarjana Kelautan sekaligus jadi jendela menatap masa depannya.

Menurut lelaki beranak tiga ini, penelitian S1-nya ini sangat membutuhkan keahlian utama; selam.

Setelah itu beberapa pelatihan dicecapnya hingga terlibat dalam beberapa proyek Kelautan, semisal; Sosialisasi dan Pelatihan Sumberdaya Manusia Taksonomi Kelautan Indonesia (PSM-TKI) pada Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI. “Pelatihan Rescue Diver – Association Diving School (ADS) International”, CV. Tujuh Samudra-ADS International Makassar. LIPI – JSPS Training and Workshop on Taxonomy and Diversity of Marine Fishes, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI) – Japan Society for the Promotion of Science (JSPS).

Selain itu ada pula, Pelatihan Analisis dan Pengolahan Data Perikanan dengan WWF Wallacea, ”Survei Ikan Karang”, ”Pelatihan Metode Penilaian Terumbu Karang”, ”Pelatihan Three Star Scuba Diving” kerjasama antara Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) – World Underwater Federation (CMAS) – dan Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas Hasanuddin, Makassar.

Pengalaman diklat yang diikutinya adalah Survei Kelautan (ekologi, oseanografi dan pemetaan), Diving (Rescue Diver ADS International and Three Star Scuba Diver POSSI-CMAS), Aplikasi Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh

Jika membaca pengalaman pelatihan dan keahlian yang diperoleh nampak sekali bahwa Hijaz memilih fokus dengan memperkuat kapasitas pada penelitian sumberdaya kelautan di mana keterampilan pada olah raga selam merupakan salah satu modal dasarnya.

Pengalaman Kerja

Karena keahlian yang telah diperolehnya melalui serangkaian pelatihan tersebut, bukan hal yang sulit bagi Hijaz untuk diterima menjadi staf pada beberapa organisasi Kelautan seperti Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, Center for Coral Reef Research (CCRR) Unhas, Nypah Foundation dan Lembaga Mitra Bahari.

Secara spesifik berdasarkan bidang kajian, dapat disebutkan beberapa uraian pekerjaan yang telah dijabarkan oleh Hijaz yang dapat diceritakannya kepada kita semua, yaitu:

Hijaz bersama buah hatinya (Foto: Koleksi Pribadi)

Pertama; pada bilang penelitian, dia terlibat dalam perencanaan survey, stock assessment serta pengambilan sampel, menginput, mengolah dan membuat deskripsi hasil survey. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang membutuhkan keahlian utama penyelaman dan kemampuan analisis.

Kedua; pada bidang Sistem Informasi Geografis, dia mempunyai tugas dan tanggung jawab umum menginventarisasi kebutuhan data, mengelola data menjadi informasi spasial berdasarkan kebutuhan, melakukan survei lapang, membuat layout peta.

Ketiga; pada bidang Pelatihan Sumberdaya Manusia, bertugas dalam Memberikan materi tentang pengenalan selam, biota laut dan metode penelitian ekosistem terumbu karang, Melakukan pendampingan dalam praktek lapang, Memberikan evaluasi kepada peserta. Pengetahuannya tentang penyelamannya memberinya kemudahan dalam memberikan materi kelas dan out-class.

Keempat; pada bidang konstruksi bawah air tugas dan tanggung jawab umumnya: Membuat rancangan artificial reef, Menentukan lokasi yang sesuai untuk peletakan artificial reef, Melakukan pemasangan artificial reef di bawah air. Pada bidang ini, tentu saja dibutuhkan keahlian penyelaman dan strategi instalasi bahwa air yang tepat.

Keempat poin di atas merupakan cakupan pekerjaan yang menjadi keahlian alumni Kelautan. Tentu dengan keahlian utama menyelam dan riset sumberdaya.

Bukan hanya menjadi tenaga teknis, sebagai alumni yang telah melewati beberapa penelitian Hijaz juga telah menghasilkan beberapa tulisan hasil penelitian di antaranya; (1) Jalil, M.H, 2005. Studi Komunitas Ikan Karang di Pulau Barrang Caddi Kota Makassar. Skripsi Sarjana Jurusan Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Makassar. (2) Jalil, M.H, 2001. Stock Assessment Ikan Karang Taman Wisata Alam Laut Riung, Flores. Laporan Hasil Kegiatan WWF Wallacea. Denpasar (3) Burhanuddin, I., Jalil, M.H, 2007. Carangoid Fishes (Carangidae) of the Tomini Bay, Gorontalo. J. Sains & Teknologi, April 2007, Vol. 7 No. 1 : 13-22.

Melihat pengalaman dan pencapaian karir sosok alumni yang kini berdomisili di wilayah Jakarta Timur seperti di atas maka dapat disebutkan bahwa keahlian selam dan penelitian bawah air sangat berkaitan.

Selain pengalaman pekerjaan, sosok seperti Hijaz juga mempunyai relasi dengan beberapa ahli yang suatu ketika akan memberikan rekomendasi pada pengembangan karirnya.

Beberapa sosok yang dianggapnya sangat berpengaruh dalam perjalanan karirnya seperti Amanda Katili Niode, Ph.D., Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi dan Edukasi Perubahan Iklim. Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, Ketua Pusat Penelitian Terumbu Karang Universitas Hasanuddin. Marthen Leuna, Project Leader Teluk Cendrawasih. WWF Indonesia Marine Program, Dr. Claudio Richter, MSc., Ph.D. ZMT Bremen (Center for Tropical Marine Ecology), SPICE (Science for the Protection of Indonesian Coastal Ecosystems) Coordinator for Marine Project serta Leyla Knittweis, M.Sc, (Ph.D. Candidate) of ZMT Bremen (Center for Tropical Marine Ecology).

Menarik bukan?

Filed in: Sosok Alumni

5 Responses to “Pilihan Hijaz, Selam dan Keahliannya”

  1. Imran lapong
    July 13, 2011 at 11:59 am #

    mantap mantong satu ini anggota MSDC.

    Punya kapasitas yang mumpuni memang harus mulai dirintis sejak di bangku kuliah. Bangga bahwa MSDC merupakan salah satu wadah beliau menempa diri dan memperkaya kapasitas. Salut buat buddy selamku ini.

    Sukses bro.

    Cheers,
    Imran Lapong

  2. Hartono
    July 13, 2011 at 6:30 pm #

    saya bangga bisa belajar dari seniorku yg satu ini, beliau juga ramah dan menyenangkan serta dan slalu bersedia mengajarkan apa yg diketahuinya, senantiasa menawarkan bantuan, pokoknya komplit lah…hehehee.. yg pasti juga, beliau sangat murah senyum :)

  3. July 28, 2011 at 7:50 am #

    Wah,bangga jg prnah sama2 di MSDC-UH. Selain jago selam,jg jago jaga hubungan baik dgn semua org. Pantas bnyk yg mpercayakannya proyek & kerjaan lain. Salut n sukses deh bwt K’Hijaz

  4. kire
    August 10, 2011 at 4:53 pm #

    Saya suka fotonya, bagus sekallleeee…. di mana tuh ya?

  5. April 19, 2012 at 9:30 pm #

    wiiih keren pantainya, itu dimana yah kalo boleh tahu?

Leave a Reply