Ikatan Sarjana Kelautan (ISLA) Unhas mendapat undangan dari Rujak Center Jakarta pada lokakarya “Dinamika Pengetahuan Perkotaan” selama dua hari, tanggal 8-9 Januari 2012 di Hotel Amaris, Makassar. Acara ini bertujuan untuk berbagi pengalaman atau perspektif mengenai “dinamika pengetahuan perkotaan” antar pemangku kepentingan di Makassar. Rujak Center adalah organisasi sosial yang fokus pada isu perkotaan.
Lokakarya ini menurut Marco Kusumawijaya, fasilitator proses, atas kerjasama dengan Ford Foundation. Selain Makassar, kegiatan serupa akan dihelat di Kendari dan Surabaya. Hadir pada kegiatan ini adalah akademisi Unhas, LSM UPC, Ininnawa, Komunitas Blogger Makassar, KPAJ, Yayasan BaKTI dan beberapa pemerhati ekonomi Sulsel, Prof Majid Sallatu, peneliti kebudayaan maritim Unhas seperti Dr. Edward Paelinggoman.
Bagi ISLA Unhas, momen ini sangat strategis untuk mengangkat fenomena atau isu pengelolaan kota yang memperhatikan keseimbangan sosial, ekonomi dan ekologi di wilayah pesisir dan pulau-pulau. Pesisir dan laut merupakan wilayah yang rentan tersulut masalah penataan kota. Banyak kasus yang muncul terkait pengelolaan kota yang melupakan hak warga atau pemangku kepentingan. Pembangunan yang massif di pesisir dan laut Makassar, telah mengganggu keseimbangan pesisir sekitar Makassar. Paling tidak jika melihat dampak abrasi dan semakin tergerusnya ekisistem bakau dan ekosistem pesisir yang ada.
“Urgan Knowlegde Dynamics” kata Marco ditujukan untuk melanjutkan sharing pengetahuan dan upaya pengembangannya. Pada lokakarya ini, Ketua ISLA Unhas yang menjadi peserta workshop menceritakan kegiatan yang telah dilaksanakan terkait upaya pengelolaan pesisir dan laut Makassar dan Sulawesi Selatan secara efektif berdasarkan sumberdaya alumni yang dimiliki. Ditambahkan pula, bahwa bukan hanya di Makassar, alumni Kelautan Unhas tersebar di seluruh Indonesia dan dimediasi melalui pembentukan ISLA untuk Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, Jabodetabek, Kalimantan Timur demi mengakselerasi pengelolaan kelautan yang lebih baik.

