Andi Muhammad Ibrahim Moetasim merupakan salah seorang alumni Ilmu Kelautan Unhas angkatan 1991 yang gigih mengasah karir di basis keilmuannya, yaitu pada “manajemen sumberdaya manusia, lingkungan pesisir dan pulau-pulau”. Paling tidak jika melihat jalur pekerjaan yang digeluti serta gelar akademi mutakhirnya.
Jika menilik pengalaman kerja sebelum berangkat studi S2, Ibe’, begitu dia kerap dipanggil oleh teman-temannya, memang lebih banyak menghabiskan waktu di ragam program pengelolaan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau.
Lulusan salah satu SMA di Bandung, Jawa Barat ini adalah mantan ketua senat pada Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan 1993-1994.
Ibe’ pernah terlibat dalam proyek rehabilitasi terumbu karang seperti COREMAP I, CRMP di Kalimantan Timur yang dukung AusAID hingga proyek prestisius Asian Development Bank (ADB) di Aceh dan Nias bernama Earthquake and Tsunami Emergency Support Project sebagai spesialis lingkungan. Keahlian dan pengalamannya lebih banyak terkait dengan aspek perencanaan kelautan, seperti “Community-based Natural Resources Management dan Institutional Capacity Building & Organizational Development”.
Tahun 2011 menjadi bukti pada ketelatenannya menimba dan mengembangkan ilmu terkait manajemen sumberdaya kelautan. Dia adalah peraih Master of Science dari Geoinformation Science and Earth Observation. ITC, University of Twente, the Netherlands.
Sebagai alumni, dia pun menguasai aplikasi teknologi GIS untuk wilayah pesisir dan pulau-pulau. Selama tahun 2003 sampai sekarang Ibe’ begitu ia biasa dipanggil lebih banyak berkecimpung pada konsultan independen untuk pengelolaan pesisir dan pulau-pulau.
Beberapa perusahaan konsultan yang telah memanfaatkan keahliannya di antaranya, PT.LEMTEK Konsultan Indonesia, PT. Bintang Inti Rekatama, PT.Delima Tata Laksana, PT.Studio Maps Konsultama, IRG International Resources Group, CV. Enterprise Konsultan, CV.Wahana Bahari, CV. Lintas Global, PT.Trans Intra Asia, PT.Virama Karya, Hexa Utama, CV.Litra, dan CV.Cakra Gatra).
Saat ini Andi Muhammad Ibrahim mendedikasikan waktunya sebagai konsultasn pada Yayasan Konservasi Laut (YKL) yang sedang bermitra dengan salah satu LSM Internasional dalam program pengelolaan pesisir di Sulawesi Selatan.



Beribawa, cerdas, santun tetapi tegas. Itu kesan pertama saya saat mengenal senior saya yang satu ini. Gaya bahasa dan logika yang tertata di satu sisi memudahkan orang awam untuk mengerti ide yg diasampaikan namun di sisi lain menjadi sinyal kedalaman pemahaman beliau tentang bidang keilmuannya. Sukses selalu kanda ‘IBE’