11:46 pm - Wednesday June 19, 2013

Dorong Kepedulian Pada Wisata Bahari

Mengajak ke Laut (Foto: Istimewa)

Dorong Kepedulian Pada Wisata Bahari

Oleh: Ismawan Amir (Kla 2003)

***

Sebagi daerah yang memiliki luas laut 70 % dengan panjang garis pantai Indonesia yaitu 95.181 km, Indonesia punya potensi wisata bahari yang luar biasa. Potensi tersebut tersebar di seluruh perairan Indonesia. Misalnya saja Taman Laut Karimun Jawa, Kepulauan Seribu, Raja Ampat, TakaBonerate, Wakatobi, Bunaken, dan Pulau Weh Serta Belitong yang menjadi surga bawah laut dengan kekayaan ekosistem terumbu karangnya.

Kekayaan lain yang masih belum terjamah yakni potensi hutan mangrove, estuaria, pantai dengan pasir putih dan padang lamun. Potensi wisata tersebut menjadi primadona di Indonesia. Apalagi perairan Indonesia dihuni berbagai macam ikan hias yang cukup menawan dengan 3000 jenis ikan. Potensi wisata itu sudah mulai dikembangkan dua tahun terakhir ini. Salah satunya yakni keberhasilan pemerintah menggelar event Sail Indonesia dengan Sail Banda, Sail Bunaken, Sail Wakatobi, dan Sail Belitong dan Festival Takaboneate.

Program itu merupakan langkah nyata untuk menjual pariwisata bahari ke dunia internasional. Kepedulian terhadap pengembangan wisata bahari memang perlu digalakkan terus menerus. Pasalnya potensi ini akan terus tidur ketika tak ada yang mulai mengambil langkah nyata. Sementara negara lain sudah makin kreatif mengembangkan potemsi wisata bahari. Misalnya Queensland, Australia mampu menghasilkan pendapatan 70 persen dai wisata bahari. Sementara panjang garis pantai hanya 2.100 km. Sementara Indonesia dengan panjang pantai kedua di dunia setelah Kanada belum memberikan sumbangsih yang nyata pada perekonomian Indonesia.

Mestinya langkah pemerintah menggelar Sail Indonesia harus terus dikawal. Sehingga perlahan raksasa ekonomi bisa bangkit dari tidur yang panjang. Bayangkan dengan potensi wisata yang dikelola dengan baik. Indonesia bisa meningkatkan pendapatan ekonomi dari sektor tersebut. Dengan pengelolaan yang baik, pariwisata bahari bisa menghasilkan 21 Triliun Setiap Tahun atau US$ 2.3 miliar. Namun langkah yang dilakukan pemerintah pun belum seutuhnya memberikan dampak yang nyata bagi perekonomian. Termasuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan 30 Juta penduduk yang hidup dalam garis kemiskinan. Upaya mendorong pariwisata bahari bisa menjadi satu bagian solusi mengurangi angka kemiskinan. Mendorong pariwisata bahari dimulai dengan memberikan perhatian yang tinggi pada sektor ini. Bukan hanya menggelar event yang sifatnya tahunan dan seremonial serta tidak memberikan memberikan dampak yang nyata pada masyaraka. Perhatian tersebut dilakukan dengan cara menyediakan anggaran yang tinggi guna peningkatan wisata bahari. Dengan anggaran tersebut pemerintah daerah setempat bisa meperbaiki infrastruktur serta akses menuju lokasi.

Pada beberapa kesempatan, keluhan pada buruknya infrastruktur menjadi kendala utama mengakses lokasi wisata bahari. Birokrasi yang berbelit-belit juga perlu diperhatikan. Dalam hal ini pemerintah melakukan rerormasi birokrasi yang sifatnya bisa yang membantu pengembangan kawasan wisata. Selain itu mengeluarkan regulasi yang mendukung kawasan wisata. Mengikutkan masyarakat terlibat dalam setiap program pemgembangan wisata bahari.

Hal itu dilakukan agar konflik kepentingan dan kecemburuan sosial bisa dihindari. Keterlibatan masyarakat juga nantinya membuat daya dukung wisata bahari makin besar. Sehingga nilai ekonomi masyarakat bisa mningkat dengan jalinan kerjasama tersebut. Kawasan wisata yang berbeda beda menuntut pemerintah agar melakukan pemetaan kawasan. Sehingga political will bisa diambil berdasarkan asas kepentingan daerah kawasan.

Dengan demikian pengunjung pun bisa memetakan daerah wisata yang akan mereka kunjungi. Strategi pemasaran menjual wisata bahari juga perlu ditingkatkan. Seperti yang dilakukan oleh Bupati Wakatobi, Hugua. Ia melakukan promosi ke negara berbagai negara. Ia bicara pada forum internasional di berbagai forum internasional guna mempromosikan Wakatobi. Hasilnya Wakatobi menjadi salah satu lokasi kunjungan wisata diving yang paling diminati di dunia.

Belajar dari hal tersebut, pemerintah mestinya melakukan promosi yang besar-besaran terkait daerah wisata di Indonesia. Yang tak kalah pentingnya yakni peningkatan sumber daya manusia yang bekerja mengelola sektor tersebut. Sumber daya manusia yang punya kapasitas serta kredibilitas yang tinggi tentunya akan membuat pengembangan wisata bahari bisa mendunia. Dengan keuletan dan kemampuan SDM yang memadai, pariwisata bahari akan terus meningkat.

 

Filed in: Opini Alumni

No comments yet.

Leave a Reply